Ya, AKU membunuhnya lagi dengan manis!
AKU membunuhNya lagi dengan manis
Dengan satu rajaman tipis saja di keningnya yang merah berlumur darah
Dengan caraku memandang penuh kebencian kepada seseorang di sudut sana yang sepertinya mengancamku
AKU membunuhNya lagi dengan manis
Dengan hanya satu tusukan kecil di lambungnya yang berlubang
Dengan kata-kataku yang penuh makian di dalam hati kepada seorang kondektur yang menyentuhku tak sengaja dengan pakaian berminyak dan berbaunya, padahal aku sudah rapi dan wangi siap berangkat kerja dan melayani!
AKU membunuhNya lagi dengan manis
Dengan sekedar satu cambukan kecil di kepalaNya yang berdarah
Dengan sorotan mata curiga dan hinaanku kepada seorang pengemis yang tidak bosan-bosannya meminta-minta setiap kali aku melewatinya, padahal kemarin aku sudah memberikan senyum dan seribu rupiahku!
AKU membunuhnya lagi dengan manis
Dengan satu cubitan kecil di lenganNya yang memar
Dengan membayangkan kematian kekasih dan sekaligus musuhku setelah ia menyakiti hatiku, padahah telah kuuntai segala nikmat dan segala yang terbaik bila dia bersamaku
AKU membunuhNya lagi dengan manis
Dengan satu tamparan halus di wajahNya yang hancur
Dengan satu niat tersembunyi di sudut hatiku untuk melirik ilustrasi-ilustrasi imajinatif yang menyenangkan mata dan memuaskan kehausan dan kepenasaran nafsu ragaku
AKU membunuhnya berkali-kali dengan manis!
Bahkan sesaat setelah kunaikkan sembah puji kekagumanku atas tragedi pembunuhanNya demiku.
Akukah AKU?
-ms010304-
No comments:
Post a Comment